Dokumentasi pribadi Agih Laksono
Ciawigebang, 12 Oktober 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMA Negeri 1 Ciawigebang. Agih Kurnia Laksono, siswa kelas XII MIPA 5, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Typing Master Eduvision tingkat SMK/SMA/MA Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 10–11 Oktober 2026.
Menariknya, keikutsertaan Agih dalam kompetisi tersebut berawal dari inisiatifnya sendiri. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa keinginan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi dapat dimulai dari keberanian mengambil kesempatan.
Dalam wawancara bersama Tim Jurnalis SMA Negeri 1 Ciawigebang, Agih mengungkapkan bahwa motivasi utamanya mengikuti lomba ini adalah untuk menguji kemampuan mengetik yang dimilikinya di tingkat kompetisi sekaligus membawa nama baik sekolah.
“Saya memberanikan diri mendaftar secara mandiri karena saya yakin inisiatif awal harus datang dari diri sendiri tanpa perlu menunggu ditunjuk, selama niatnya positif dan tetap menjaga amanah nama sekolah yang dibawa,” ungkapnya.
Agih mengetahui informasi mengenai kompetisi tersebut melalui poster digital di media sosial. Setelah membaca informasi dan ketentuan lomba, ia merasa tertarik untuk berpartisipasi karena telah memiliki kesiapan dan kemampuan mengetik sebelum mengetahui adanya kompetisi tersebut.
Dalam proses tersebut, Agih turut mencantumkan nama SMA Negeri 1 Ciawigebang sebagai bentuk kebanggaan terhadap sekolahnya.
Typing Master Eduvision sendiri merupakan kompetisi yang menguji kecepatan dan ketepatan peserta dalam mengetik menggunakan komputer. Kemampuan peserta dinilai melalui kecepatan mengetik yang diukur dengan WPM (Words Per Minute) serta ketelitian dalam meminimalkan kesalahan pengetikan atau typo. Meskipun terlihat sederhana, kompetisi ini membutuhkan konsentrasi, ketelitian, kecepatan, dan kemampuan mengendalikan diri di bawah tekanan.
Baginya, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan kemampuan diri melalui tindakan nyata. Ia menilai bahwa keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi.
Melalui pengalamannya, Agih juga menyampaikan pesan kepada teman-teman yang memiliki potensi, tetapi masih merasa ragu untuk mengikuti perlombaan.
“ _Confidence_ (rasa percaya diri) itu bukan datang dari pikiran positif, tapi dari undeniable proof, bukti nyata dari tindakan yang kita lakukan. Kamu tidak akan pernah yakin sebelum mencoba. Jangan biarkan potensi kamu habis cuma karena takut dinilai orang lain, dan jangan lupa have fun dalam prosesnya,” pesannya.
Prestasi yang diraihnya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa SMA Negeri 1 Ciawigebang untuk terus mengembangkan kemampuan, berani mengambil peluang, dan aktif mengikuti berbagai kompetisi sesuai minat masing-masing.
Kisah Agih menunjukkan bahwa langkah kecil yang dimulai dari inisiatif pribadi dapat membuka jalan menuju pencapaian yang membanggakan. Dengan persiapan, keberanian, dan kemauan untuk mencoba, setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengharumkan nama sekolah. (Red/tia)